Beda MikroTik vs Router vs Access Point dalam Arsitektur Jaringan
Dalam IT Network, istilah MikroTik, Router, dan access point sering digunakan secara bergantian, bahkan dianggap sebagai hal yang sama.
Padahal, secara teknis ketiganya memiliki peran, fungsi, dan cakupan yang sangat berbeda loh!
Apa sih perbedaan MikroTik, Router, dan Access Point?
Nah dalam artikel ini kita akan bahas lebih dalam mengenai perbedaan MikroTik, router, dan access point lengkap dengan contoh implementasinya.
Apa Itu Router?
Router adalah network device yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda serta menentukan routing bagi paket data agar sampai ke tujuan.
Secara teknis, router bekerja pada Layer 3 (Network Layer) dalam model OSI, menggunakan protokol seperti:
-
IP (Internet Protocol)
-
RIP, OSPF, BGP (routing protocol)
-
NAT (Network Address Translation)
Fungsi Router
Router tidak hanya menghubungkan jaringan, tetapi juga melakukan berbagai fungsi, seperti:
-
Routing antar subnet
-
NAT dan PAT
-
Manajemen bandwidth
-
Firewall dasar
-
QoS (Quality of Service)
-
Inter-VLAN routing
Router banyak digunakan di:
-
Gateway jaringan kantor
-
ISP dan data center
-
Jaringan enterprise dan kampus
Contoh Router Umum
-
Router ISP (Cisco, Juniper)
-
Router rumahan (TP-Link, D-Link)
-
Router enterprise
Tapi, router umum biasanya memiliki fitur terbatas dan konfigurasi yang relatif sederhana.
Apa Itu Access Point?
Access Point adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menyediakan konektivitas wireless (WiFi) ke dalam satu segmen jaringan yang sama.
Access point bekerja pada Layer 2 (Data Link Layer) dan tidak melakukan routing.
Fungsi Access Point:
-
Menyebarkan SSID (WiFi)
-
Menghubungkan client wireless ke jaringan kabel
-
Mengelola autentikasi wireless (WPA2/WPA3)
-
Mengatur channel dan power transmisi
Karakteristik Access Point:
-
Tidak memiliki NAT
-
Tidak melakukan routing antar jaringan
-
Bergantung pada router untuk akses internet
-
Fokus pada coverage dan throughput wireless
Access point cocok digunakan di:
-
Kantor
-
Kampus
-
Hotel
-
Area publik
Contoh Access Point
-
Ubiquiti UniFi AP
-
TP-Link Omada
-
Cisco Aironet
Apa Itu MikroTik?
Banyak yang menyebut MikroTik sebagai network tools.
Faktanya, MikroTik adalah perangkat lunak dan sistem operasi yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer sebagai router jaringan, pengendali, atau pengatur traffic antar jaringan komputer.
Nah, MikroTik ini mengembangkan:
-
RouterOS (sistem operasi jaringan)
-
RouterBoard (hardware)
-
CHR (Cloud Hosted Router)
MikroTik RouterOS
RouterOS adalah sistem operasi jaringan yang sangat powerful dan fleksibel. RouterOS dapat:
-
Dipasang pada RouterBoard
-
Diinstal di PC (x86)
-
Dijalankan secara virtual (CHR)
Fitur RouterOS
-
Static & dynamic routing (OSPF, BGP)
-
Firewall stateful
-
NAT & mangle
-
VPN (IPSec, L2TP, WireGuard, OpenVPN)
-
Bandwidth management (Queue Tree, Simple Queue)
-
Hotspot & user manager
-
Load balancing & failover
-
VLAN & bridging
RouterOS membuat MikroTik lebih dari router biasa.
MikroTik RouterBoard
RouterBoard adalah hardware resmi MikroTik yang telah terintegrasi dengan RouterOS.
Kelebihan RouterBoard
-
Konsumsi daya rendah
-
Stabil untuk operasional 24/7
-
Beragam seri (SOHO hingga enterprise)
-
Dukungan lisensi RouterOS
Contoh:
-
RB941 (hAP Lite) untuk SOHO
-
RB4011 untuk enterprise
-
CCR (Cloud Core Router) untuk ISP
Apakah MikroTik Bisa Menjadi Router dan Access Point?
Jawabannya: YA.
Dengan RouterOS, MikroTik bisa berfungsi sebagai:
-
Router
-
Firewall
-
VPN server
-
Bandwidth manager
-
Hotspot server
-
Access point wireless
Namun, fungsi yang dominan tetap sebagai router dan network controller, bukan access point murni seperti UniFi.
Perbandingan MikroTik vs Router vs Access Point
|
Aspek |
MikroTik |
Router Biasa |
Access Point |
|
Jenis |
Brand & ekosistem |
Network device |
Network device |
|
Layer OSI |
Layer 2 & 3 |
Layer 3 |
Layer 2 |
|
Routing |
✔️ Advanced |
✔️ Basic |
❌ |
|
NAT |
✔️ Ya |
✔️ Ya |
❌ |
|
Firewall |
✔️ Sangat lengkap |
✔️ Terbatas |
❌ |
|
Manajemen bandwidth |
✔️ Detail |
⚠️ Terbatas |
❌ |
|
VPN |
✔️ Lengkap |
⚠️ Minimal |
❌ |
|
Wireless |
✔️ (jika mendukung) |
✔️ |
✔️ |
|
VLAN |
✔️ |
⚠️ Terbatas |
⚠️ |
|
Hotspot |
✔️ |
❌ |
❌ |
|
Target pengguna |
Profesional IT |
End-user |
Infrastruktur Wi-Fi |
Kapan Menggunakan Router, Access Point, atau MikroTik?
Gunakan Router Umum Jika:
-
Jaringan kecil
-
Kebutuhan sederhana
-
Minim konfigurasi
Gunakan Access Point Jika:
-
Fokus pada coverage WiFi
-
Jaringan sudah memiliki router
-
Lingkungan dengan banyak client wireless
Gunakan MikroTik Jika:
-
Butuh kontrol penuh jaringan
-
Mengelola bandwidth & keamanan
-
ISP, enterprise, atau institusi
-
Membutuhkan VPN, hotspot, dan routing kompleks
Kesimpulan
Router, access point, dan MikroTik memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi.
-
Router fokus pada penghubung antar jaringan.
-
Access point fokus pada konektivitas wireless.
-
MikroTik adalah network platforms lengkap yang mampu menggabungkan keduanya dengan advanced controls.
Jika Anda berminat untuk mempelajari tentang MikroTik, router dan access point, silakan mengikuti pelatihan bersama SUHU.
Berikut rekomendasi pelatihan untuk Anda atau tim IT Anda:
- MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) + Exam
- Pelatihan dan Sertifikasi Network Administrator Madya
- Pelatihan Linux Network & Security
- Pelatihan Network Security
Silakan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami dengan klik link berikut: https://bit.ly/kontaksuhu
