Kata SUHU

Mengenal Bug Bounty: Ini 8 Tools Wajib untuk Bug Bounty & Pentester 

18 Des 2025

Apa itu Bug Bounty?

Bug bounty adalah sebuah program yang dibuat oleh perusahaan, organisasi, atau developer untuk memberikan apresiasi berupa hadiah (reward) yang berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan (bug atau vulnerability) pada sistem mereka.

Program ini dijalankan secara legal dan terstruktur, dengan scope yang jelas. 

Peserta dalam program Bug Bounty ini dikenal sebagai bug hunter, yaitu independent security practitioner yang secara aktif melakukan pentest terhadap website, aplikasi web, API, maupun infrastruktur digital lainnya.

Mekanisme Kerja Bug Bounty

Bug Bounty Roadmap

Biasanya alur bug bounty berjalan sebagai berikut:

  1. Perusahaan membuka program bug bounty
    Biasanya melalui platform seperti HackerOne, Bugcrowd, atau program internal.
  2. Bug hunter melakukan pengujian keamanan
    Pengujian dilakukan sesuai scope, meliputi:

    • Web application

    • Mobile application

    • API

    • Infrastruktur pendukung

  3. Bug hunter menemukan vulnerability
    Misalnya:

    • SQL Injection

    • XSS

    • IDOR

    • Authentication bypass

    • Exposed secrets

  4. Laporan bug dikirim secara resmi
    Laporan harus memuat:

    • Technical description

    • Reproductive steps

    • Security impact

    • Proof of Concept (PoC)

  5. Perusahaan memvalidasi dan memberi reward
    Besaran bounty biasanya ditentukan berdasarkan severity (Low–Critical).

Nah ini dia 8 tools yang paling sering digunakan oleh bug bounty hunter dan pentester professional

1. Burp Suite Professional

Burp Suite

Jika bug bounty adalah sebuah operasi, maka Burp Suite Professional adalah command center-nya.

Burp Suite Professional adalah tools utama untuk web application security testing. Burp tidak hanya sekadar intercepting proxy, tapi sebagai platform eksploitasi end-to-end.

Fungsinya:

  • Testing authentication & authorization

  • Intercept & modify HTTP/HTTPS request

  • Manual testing dengan Repeater

  • Brute force & fuzzing parameter via Intruder

  • Testing authentication & authorization

  • Scanning automation dengan Burp Scanner

  • Ekstensi melalui BApp Store

Burp sangat powerful untuk:

  • IDOR (Insecure Direct Object Reference)

  • SSRF

  • Authentication bypass

  • Business logic flaws

  • Parameter tampering

Burp memungkinkan pentester berpindah dari recon → testing → exploitation. Penggunaan custom wordlist dan payload chaining membuat Burp unggul dibanding tools lain.

2. Nmap

Nmap

Jika Burp fokus pada layer aplikasi, Nmap fokus di layer network dan service discovery. Tools ini sangat penting saat target tidak hanya web, tetapi juga exposed infrastructure.

Fungsinya:

  • Port scanning (TCP/UDP)

  • Service & version detection

  • OS fingerprinting

  • Vulnerability discovery via NSE scripts

Command Favorit

nmap -sC -sV -p- target.com

Temuan umum:

  • Admin panel di port non-standar

  • Database terbuka (MongoDB, Redis)

  • SSL/TLS misconfiguration

  • Default credentials

📌 Best Practice: Nmap sering membuka attack surface tersembunyi yang luput dari web-only testing. Gunakan Nmap di fase awal untuk memperluas scope attack, bukan hanya web.

3. Tools Tomnomnom

Tools Tomnomnom

Tomnomnom dikenal dengan tools yang simple, fast, dan sangat efektif untuk passive recon.

a. waybackurls

Mengambil URL historis dari:

  • Wayback Machine

  • Common Crawl

  • AlienVault

Manfaatnya:

  • Menemukan endpoint deprecated

  • Parameter lama yang masih aktif

  • Hidden API & admin routes

b. assetfinder

Digunakan untuk fast subdomain discovery dari passive sources.

assetfinder target.com

c. burl

Digunakan untuk payload variation & bypass testing, terutama:

  • XSS

  • SQL Injection

  • Filter evasion

📌 Tool ini sangat cocok untuk bug hunter yang think fast dan manual-driven.

4. Dirsearch

Dirsearch

Directory brute forcing masih menjadi goldmine dalam pentesting modern, terutama pada aplikasi legacy.

Dirsearch digunakan untuk menemukan:

  • Hidden directory

  • Backup file

  • Dev/staging environment

  • Endpoint tak terdokumentasi

Kenapa Dirsearch?

  • Python-based & cepat

  • Support multiple extensions file (.zip, .bak, .git)

  • Mudah dikustomisasi

  • Lebih fleksibel dibanding Dirb/Dirbuster

Contohnya :

Temuan

Dampak

/.git/

Source code leakage

/backup.zip

Credential exposure

/admin_old

Auth bypass

📌 Pro Tips: Sesuaikan wordlist dan kecepatan agar tidak terlalu noisy.

5. Amass, Sublist3r & Aquatone

Amass, Sublist3r & Aquatone

Subdomain adalah attack surface multiplier. Kombinasi tools ini memberikan coverage maksimal. 

Workflow Ideal:

Tools

Fungsi

Sublist3r

Passive recon cepat

Amass

Deep & recursive enumeration

Aquatone

Screenshot & visual reconnaissance

Alunya:

  1. Enumerasi subdomain

  2. Filter host aktif

  3. Screenshot visual

  4. Identify interesting portals

📌 Visual recon dari Aquatone sering mempercepat discovery tanpa harus klik satu per satu.

6. SQLmap

Sq Lmap

Walaupun SQL Injection semakin jarang, SQLmap tetap relevan ketika dipadukan dengan manual validation.

SQLmap adalah tools powerful untuk:

  • Error-based SQLi

  • Blind SQLi

  • Time-based SQLi

Fiturnya:

  • WAF bypass

  • DB fingerprinting

  • Data extraction

📌 Etika Profesional:

  • Gunakan SQLmap setelah validasi manual

  • Hindari blind dumping tanpa izin scope

SQLmap bukan pengganti skill, tapi akselerator setelah vulnerability terbukti.

7. Gitjacker

Gitjacker

Exposed .git directory masih sering ditemukan bahkan di production.

Gitjacker bisa:

  • Mendeteksi .git exposure

  • Reconstruct source code

  • Mengambil config & commit history

High Risk:

  • Hardcoded credentials

  • API key bocor

  • Internal endpoint terekspos

📌 Gitjacker mampu merebuild repository dari server target, membuka jalan ke eksploitasi lanjutan.

8. crt.sh

crt.sh

crt.sh adalah search engine untuk Certificate Transparency Log dan salah satu tools OSINT.

Manfaatnya:

  • Menemukan subdomain tersembunyi

  • Melacak domain internal

  • Menemukan aset lama

Workflownya:

  1. Cari domain di crt.sh

  2. Ekstrak subdomain

  3. Validasi host aktif (httpx)

  4. Integrasi ke recon pipeline

Kombinasi yang cocok

crt.sh → httpx → Burp

Banyak subdomain sensitif ditemukan hanya melalui CT logs, bahkan yang tidak terdaftar di DNS umum.

📌 Sangat cocok untuk large scope bug bounty & enterprise target.

Mapping Tools ke Tahap Pentesting

Tahap

Tools

Recon Passive

crt.sh, waybackurls

Recon Active

Nmap, assetfinder

Enumeration

Dirsearch, Amass

Web Testing

Burp Suite

Exploitation

SQLmap, Gitjacker

Visual Recon

Aquatone

Kesimpulan

Karena target bug bounty adalah real system dengan high complexity, maka bug hunter sangat bergantung pada tools untuk:

  • Reconnaissance

  • Enumeration

  • Exploitation

  • Validation

Inilah alasan mengapa menguasai tools seperti Burp Suite, Nmap, Amass, SQLmap, hingga crt.sh menjadi sangat penting.

Ingin menguasai tools Bug Bounty atau Pentest lebih advanced? 🚀

Berikut pelatihan yang kami rekomendasikan:

Silakan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami dengan klik link berikut: https://bit.ly/kontaksuhu

Kata SUHU Pilihan

Loading...