Kata SUHU

23 January 2024 - Kategori: Knowledge - Oleh: SUHU

Typeface VS Font: Apa Perbedaannya?

Typeface VS Font: Apa Perbedaannya?

Tertarik berkarir di dunia desain?
Jika iya, berarti mengenal istilah-istilah di dunia desain sudah menjadi suatu keharusan.
Dua istilah yang sering disebut tapi masih sering disalahartikan, yakni typeface dan font. 

Sebelum menelisik lebih lanjut terkait perbedaan antara typeface dan font, ada baiknya Anda memahami pengertian dari tipografi. Tipografi adalah seni menyusun tulisan yang terdiri dari huruf agar salinannya menarik secara visual dan mudah dibaca.

Nah, typeface dan font adalah beberapa hal yang membangun tipografi dalam desain untuk menciptakan emosi sekaligus menyampaikan pesan tertentu. Singkatnya, tipografi adalah sesuatu yang bikin teks terlihat hidup dan lebih menarik. Oleh karena itu, tone sebuah desain sangat dipengaruhi oleh tipografi. Jadi, perbedaan antara keduanya perlu dipahami. 

Apa saja perbedaannya?
Simak ulasan berikut, yuk!

Apa Itu Typeface?

Melansir dari WIX.com, typeface adalah sekumpulan fitur desain yang menjadi ciri gaya penulisan tertentu. Ini mungkin termasuk ada atau tidak adanya serif; tinggi relatif, jarak dan lebar huruf, serta hiasan estetis, seperti sapuan ekspresif atau hiasan kecil. Kata kunci yang tepat untuk mendefinisikan typeface (rupa huruf) adalah gaya pada karakter. Jadi, typeface merujuk kepada sekumpulan huruf, angka, atau simbol yang memiliki kesamaan karakteristik. Contoh dari typeface, diantaranya Times New Roman, Arial, Calibri, Comic Sans MS, Comfortaa, Cascadia, dan lain-lain.

Apa Itu Font?

Sementara itu, font didefinisikan sebagai variasi dari ketebalan, gaya penulisan (miring/tidak), dan ukuran typeface. Sebagai contoh, pada typeface Cascadia memiliki berbagai jenis font, seperti Cascadia Code, Cascadia Code Extralight, Cascadia Mono, Cascadia Mono SemiBold, dan lain-lain.

Kenapa Font Pada Typeface Sama Bisa Bervariasi?

Nah, berikut ketentuan-ketentuan yang menghasilkan variasi font!

1. Bobot/Ketebalan

Tingkat ketebalan font jelas menghasilkan variasi font. Contohnya pada typeface Comfortaa yang memiliki berbagai macam jenis font berdasarkan ketebalannya, yaitu Comfortaa Light, Normal, Medium, SemiBold, dan Bold. Dengan banyaknya pilihan font, Anda lebih leluasa dalam memilih font agar sesuai dengan desain yang dibuat.

2. Lebar

Selain ketebalan, font juga bisa dibedakan berdasarkan lebarnya. Contoh saja pada Roboto yang memiliki 3 jenis font dengan lebar serupa tapi tak sama, Roboto, Roboto Mono, dan Roboto Serif.

3. Gaya penulisan

Font dibagi berdasarkan gaya penulisan, seperti gaya roman, italic, cursive, dan lain-lain.

4. Ukuran optik

Ukuran optik di sini berarti bagaimana font tersebut terlihat di mata para pengguna. Contohnya, ukuran font untuk caption, teks, heading, dan seterusnya. Seperti bacaan artikel ini, mengandung judul (heading), sub judul (subheading), dan teks umum. Ketiganya, memiliki ukuran optik yang berbeda agar memudahkan Anda ketika membaca.

Sederhananya, typeface adalah apa yang Anda lihat dan font adalah apa yang Anda gunakan.

Kesimpulan

Jadi, contoh mudahnya dalam memahami perbedaan typeface dengan font dengan mengambil salah satu nama typeface, Comfortaa. Comfortaa yang merupakan typeface, sementara font-nya adalah Comfortaa Light, Comfortaa Medium, Comfortaa Semi Bold, dan lain-lain. Jadi, intinya typeface adalah font family sedangkan font dengan semua style adalah anggota di dalam keluarga typeface. 

Sudah tidak bingung lagi kan dengan perbedaan typeface dan font?

Semakin yakin terjun berkarir di dunia desain?

Ikuti pelatihannya bersama SUHU disini!
Pelatihan UI/UX Designer Professional: https://suhu.co.id/pelatihan/ui_ux_designer_professional    
Pelatihan Become a UI & UX Designer Professional: https://suhu.co.id/pelatihan/become_a_ui_and_ux_designer_professional  

Silakan konsultasikan kebutuhanmu dengan kami, klik link https://bit.ly/kontaksuhu    

 

BAGIKAN ARTIKEL INI

Kata SUHU Terkait

Hubungi kami